
Kita semestinya meyakini bahwa setiap masalah, yang menghadang kita pastilah memiliki pesan untuk kita dari-Nya, sejauh mana kita memahami dan memaknai hidup ini, sudah kuatkah kita di dalam berbagai ujian-Nya ?
Di dalam sebuah pengujian Alloh itu, ada beberapa hal yang terkadang membahagiakan dan ada kalanya pula menyakitkan, tergantung kita menyiasatinya. Prihal masalah stres dan depresi agama Islam memberikan sebuah fenomena, dimana kita semestinya. Bisa memahami apa dibalik makna stres dan depresi itu, ternyata Suffil Effeknya adalah adanya perubahan sikap dan cara berpikir kita terhadap berbagai permasalahan. Dengan cara mengubah cara berpikir, dengan kacamata bersyukur akan semua karunia Illahi, ujian, cobaan maupun kenikmatan, akan dipandang dengan kacamata baru, yaitu adanya sebuah pemasrahan serta ketawakalan terhadap permasalahan kepada yang maha segala yakni Alloh SWT.
Terkadang memang amatlah sulit manakala kita dihadapkan pada sebuah permasalahan yang serba menuntut, sementara akal dan hati sudah berkontradiksi, tak sejalan dan tak seimbang, alhasil kesadaran yang adapun tergantikan dengan emosi, depresi dan stres. Untuk itulah perlunya agama atau nilai – nilai rohaniah di dalam diri setiap manusia. Islam, agama yang multifungsi, maka kembalikan semuanya pada nilai agama Islam dan berserah dirilah padanya.
Apa itu Stress...........!!!Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa stres adalah gangguan atau kekacauan mental emosional/tekanan.
Dalam pengertian lain stres diartikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Kedua pengertian tersebut menunjuk pada sebuah argumen bahwa stres merupakan sebuah gangguan atau reaksi tubuh atas suatu musibah.
Sedangkan menurut psikolog dari klinik empati : Roslina Verauli, M.Psi., kategori seseorang di kategorikan stres adalah : ketika orang tersebut merasa terancam akan kebahagiaan hidupnya atau ketika kehidupan sehari – hari tidak berjalan normal seperti biasanya.
Siapa yang paling mudah terserang Stress ???Menurut para ahli, yang paling rentan terkena “stress” adalah perempuan. Mengapa demikian ?, dalam kesehariannya perempuan lebih mengutamakan dan mengandalkan sisi emosional dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul, sehingga hal ini tentu saja akan membebani dirinya. Selain itu kebanyakan perempuan tidak menjadi dirinya sendiri, artinya lebih cenderung merespon apa yang ada di lingkungannya, hal ini tentu aja menjadikan dirinya menjadi objek (meskipun bertolak belakang dengan keinginannya).
Bagaimana kita bersikan saat Stress melanda ................ ?Penerimaan diri dengan ikhlas merupakan kunci sekaligus pengobatan terhadap sebuah keinginan hidup bahagia. Oleh karenanya, hadapilah kenyataan sebagai kenyataan, karena kenyataan itulah kebenaran dalam hidup kita.
Selain ikhlas, agama juga telah memberikan tuntunan salahsatu di antaranya adalah selalu berhusnudzan kepada setiap masalah yang datang, husnudzan inipun berlaku untuk semua aspek kehidupan dan yang paling utama bersangka baiklah pada takdir Alloh SWT.
Wallahu a’lam

0 komentar:
Posting Komentar