Minggu, 13 Juni 2021
Senin, 14 Desember 2020
Senin, 25 Juli 2016
Sifat Manusia
hanya ketulusan hati
yang akan menciptakan saling pengertian...
dan akan berbuah kebahagiaan...
yang akan menciptakan saling pengertian...
dan akan berbuah kebahagiaan...
manusia memang mempunyai
sifat yang kadang tidak bisa dimengerti oleh akal.....
benar kata pepatah....
benar kata pepatah....
tidak semua niat baik akan
dianggap baik oleh orang lain....
kesabaran....ketabahan.....keikhlasan
hanya itulah yang perlu
tertanam dalam diri.....
Juli’16
Puisi
Pagi
Kuukir kata hati...
Kurangkai kata....
Kusenandungkan lagu rindu...
Kusenandungkan lagu rindu...
Kudendangkan nada indah
Hangatkan kesejukan jiwa
Hingga hadirkan bayangmu.....
Hangatkan kesejukan jiwa
Hingga hadirkan bayangmu.....
Trasa begitu indah.....
Bagai sang cakrawala....
Seperti mentari pagi....
Bagai sang cakrawala....
Seperti mentari pagi....
Juli’16
Selasa, 20 Maret 2012
Metode Pengajaran IPS
1. Dewasa ini telah terjadi perubahan dalam dunia pendidikan, yaitu proses pembelajaran tidak sekedar menstransfer pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan siswa harus menemukan sendiri pengetahuannya sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
2. Untuk menciptakan kualitas pembelajaran yang berkualitas, guru harus menciptakan kondisi pembelajaran yang menantang, menyenangkan, mendorong eksplorasi, memberi pengalaman sukses, dan mengembangkan berpikir siswa
3. Pembelajaran berkualitas dapat terwujud apabila guru tepat dalam memilih metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
4. Guru dituntut untuk menguasai berbagai macam metode pembelajaran untuk menciptakan kondisi belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
5. Efektif tidaknya suatu metode ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya tujuan, bahan, siswa, kemampuan guru, alokasi waktu.
Metode Karyawisata
Suryobroto(1986:51) memberi batasan karyawisata sebagai kegiatan belajar mengajar dengan mengunjungi obyek yang sebenarnya yang ada hubungannya dengan pelajaran tertentu. Sedangkan menurut Nursid Sumaatmadja (1980:113), menyatakan bahwa karyawisata adalah suatu kunjungan ke obyek tertentu di luar lingkungan sekolah, di bawah bimbingan guru IPS, yang bertujuan untuk mencapai tujuan instruksional tertentu.
Sehubungan dengan hal tersebut metode karyawisata dapat dilaksanakan dengan mengadakan perjalanan dan kunjungan yang hanya beberapa jam saja ke tempat atau daerah yang tidak begitu jauh dari sekolah, asalkan maksudnya memenuhi tujuan instruksional IPS.
Jadi jangan terlalu membayangkan bahwa metode karyawisata itu harus dilaksanakan dengan menempuh suatu perjalanan yang jauh, menggunakan waktu berhari-hari, dan menghabiskan biaya yang besar. Inilah hakekat karyawisata dalam pengajaran IPS yang berbeda dengan wisata atau tamasya.
Seorang guru dapat menerapkan metode karyawisata dengan terarah dan sesuai dengan tujuan instruksinalnya, apabila guru memperhatikan hal-hal seperti tersebut dibawah ini:
a. Mengetahui hakikat metode karyawisata.
b. Mengetahui kelebihan dan kelemahan metode karyawisata.
c. Mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum pelaksanaannya.
d. Mempunyai keterampilan memilih pokok-pokok bahasan yang cocok dikembangkan dengan metode karyawisata.
Selain itu guru juga harus memperhatikan keadaan siswa yang akan terlibat dalam proses belajar mengajar, bahwa:
a. Siswa memiliki dorongan minat dan perhatian terhadap apa yang sedang dipelajari (sense of interest ).
b. Siswa memiliki dorongan untuk melihat kenyataan (sense of reality ).
c. Siswa memiliki dorongan untuk menemukan sendiri hal-hal yang menarik perhatiannya ( sense of discovery ).
Ketiga hakikat naluriah yang ada pada diri siswa tersebut di atas harus mandapat perhatian guru, untuk selanjutnya dibina dan dikembangkan pada pengajaran IPS. Dalam melaksanakan metode karyawisata harus tetap diusahakan mengembangkan minat siswa yang dilibatkan. Dari minat siswa yang tinggi tersebut, kita arahkan mereka untuk mencocokkan hal-hal yang mereka peroleh di dalam kelas dengan kenyataan yang dijumpai di masyarakat.
Selanjutnya melalui proses berikutnya siswa akan mampu menemukan sendiri gejala-gejala dan masalah-masalah yang menjadi pokok bahasan di kelas pada kenyataan praktisnya di masyarakat atau di lapangan. Proses pengembangan dan pemantapan sense of discovery inilah yang akan membantu siswa menjadi seorang peneliti.
a. Fungsi Metode Karyawisata
1) Mendekatkan dunia sekolah dengan kenyataan.
2) Mempelajari suatu konsep atau teori dengan kenyataan dan sebaliknya.
3) Membekali pengalaman riil pada siswa.
b. Langkah-langkah Metode Karyawisata
Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan metode karyawisata, tahap-tahap pelaksanaannya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Tahap persiapan
Meliputi persiapan materi atau topik karyawisata, persiapan teoritis, persiapan perlengkapan, dan aspek-aspek lain yang menunjang pelaksanaan karyawisata.
2) Tahap pelaksanaan karyawisata di lapangan
Jika tahap persiapan telah matang dan terperinci, maka tahap pelaksanaan akan berjalan lancar. Tahap pelaksanaan ini secara ketat harus tetap berlandaskan pada perencanaan, misalnya rencana dan tujuannya.
3) Tindak lanjutnya pelaksanaan karyawisata (setelah kembali ke tempat) Kegiatannya meliputi penyusunan dan membuat laporan hasil karyawisata.
c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Karyawisata
Kelebihan Metode Karyawisata
1) Siswa dapat mengamati obyek secara nyata dan bervariasi, seperti peninggalan sejarah, pasar, pantai, pabrik, kalurahan, kecamatan.
2) Siswa dapat menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan cara melihat, mencoba, dan membuktikan secara langsung suatu obyek yang dipelajari.
3) Siswa dapat pula mendapatkan informasi langsung dari nara sumber ataupun dapat penjelasan langsung dari manajer pabrik.
Kelemahan Metode Karyawisata
1) Jika terlalu sering dilaksanakan akan mengganggu rencana pelajaran.
2) Perlu pengawasan dan bimbingan guru.
3) Jika obyek yang akan dikunjungi terlalu jauh letaknya, menyulitkan transportasi dan pembiayaan.
4) Jika pelaksanaan karyawisata terlalu kaku sifatnya, dapat menurunkan minat siswa terhadap karyawisata, sehingga tujuannya tidak tercapai.
1. Dewasa ini telah terjadi perubahan dalam dunia pendidikan, yaitu proses pembelajaran tidak sekedar menstransfer pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan siswa harus menemukan sendiri pengetahuannya sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
2. Untuk menciptakan kualitas pembelajaran yang berkualitas, guru harus menciptakan kondisi pembelajaran yang menantang, menyenangkan, mendorong eksplorasi, memberi pengalaman sukses, dan mengembangkan berpikir siswa
3. Pembelajaran berkualitas dapat terwujud apabila guru tepat dalam memilih metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
4. Guru dituntut untuk menguasai berbagai macam metode pembelajaran untuk menciptakan kondisi belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
5. Efektif tidaknya suatu metode ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya tujuan, bahan, siswa, kemampuan guru, alokasi waktu.
Metode Karyawisata
Suryobroto(1986:51) memberi batasan karyawisata sebagai kegiatan belajar mengajar dengan mengunjungi obyek yang sebenarnya yang ada hubungannya dengan pelajaran tertentu. Sedangkan menurut Nursid Sumaatmadja (1980:113), menyatakan bahwa karyawisata adalah suatu kunjungan ke obyek tertentu di luar lingkungan sekolah, di bawah bimbingan guru IPS, yang bertujuan untuk mencapai tujuan instruksional tertentu.
Sehubungan dengan hal tersebut metode karyawisata dapat dilaksanakan dengan mengadakan perjalanan dan kunjungan yang hanya beberapa jam saja ke tempat atau daerah yang tidak begitu jauh dari sekolah, asalkan maksudnya memenuhi tujuan instruksional IPS.
Jadi jangan terlalu membayangkan bahwa metode karyawisata itu harus dilaksanakan dengan menempuh suatu perjalanan yang jauh, menggunakan waktu berhari-hari, dan menghabiskan biaya yang besar. Inilah hakekat karyawisata dalam pengajaran IPS yang berbeda dengan wisata atau tamasya.
Seorang guru dapat menerapkan metode karyawisata dengan terarah dan sesuai dengan tujuan instruksinalnya, apabila guru memperhatikan hal-hal seperti tersebut dibawah ini:
a. Mengetahui hakikat metode karyawisata.
b. Mengetahui kelebihan dan kelemahan metode karyawisata.
c. Mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum pelaksanaannya.
d. Mempunyai keterampilan memilih pokok-pokok bahasan yang cocok dikembangkan dengan metode karyawisata.
Selain itu guru juga harus memperhatikan keadaan siswa yang akan terlibat dalam proses belajar mengajar, bahwa:
a. Siswa memiliki dorongan minat dan perhatian terhadap apa yang sedang dipelajari (sense of interest ).
b. Siswa memiliki dorongan untuk melihat kenyataan (sense of reality ).
c. Siswa memiliki dorongan untuk menemukan sendiri hal-hal yang menarik perhatiannya ( sense of discovery ).
Ketiga hakikat naluriah yang ada pada diri siswa tersebut di atas harus mandapat perhatian guru, untuk selanjutnya dibina dan dikembangkan pada pengajaran IPS. Dalam melaksanakan metode karyawisata harus tetap diusahakan mengembangkan minat siswa yang dilibatkan. Dari minat siswa yang tinggi tersebut, kita arahkan mereka untuk mencocokkan hal-hal yang mereka peroleh di dalam kelas dengan kenyataan yang dijumpai di masyarakat.
Selanjutnya melalui proses berikutnya siswa akan mampu menemukan sendiri gejala-gejala dan masalah-masalah yang menjadi pokok bahasan di kelas pada kenyataan praktisnya di masyarakat atau di lapangan. Proses pengembangan dan pemantapan sense of discovery inilah yang akan membantu siswa menjadi seorang peneliti.
a. Fungsi Metode Karyawisata
1) Mendekatkan dunia sekolah dengan kenyataan.
2) Mempelajari suatu konsep atau teori dengan kenyataan dan sebaliknya.
3) Membekali pengalaman riil pada siswa.
b. Langkah-langkah Metode Karyawisata
Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan metode karyawisata, tahap-tahap pelaksanaannya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Tahap persiapan
Meliputi persiapan materi atau topik karyawisata, persiapan teoritis, persiapan perlengkapan, dan aspek-aspek lain yang menunjang pelaksanaan karyawisata.
2) Tahap pelaksanaan karyawisata di lapangan
Jika tahap persiapan telah matang dan terperinci, maka tahap pelaksanaan akan berjalan lancar. Tahap pelaksanaan ini secara ketat harus tetap berlandaskan pada perencanaan, misalnya rencana dan tujuannya.
3) Tindak lanjutnya pelaksanaan karyawisata (setelah kembali ke tempat) Kegiatannya meliputi penyusunan dan membuat laporan hasil karyawisata.
c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Karyawisata
Kelebihan Metode Karyawisata
1) Siswa dapat mengamati obyek secara nyata dan bervariasi, seperti peninggalan sejarah, pasar, pantai, pabrik, kalurahan, kecamatan.
2) Siswa dapat menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan cara melihat, mencoba, dan membuktikan secara langsung suatu obyek yang dipelajari.
3) Siswa dapat pula mendapatkan informasi langsung dari nara sumber ataupun dapat penjelasan langsung dari manajer pabrik.
Kelemahan Metode Karyawisata
1) Jika terlalu sering dilaksanakan akan mengganggu rencana pelajaran.
2) Perlu pengawasan dan bimbingan guru.
3) Jika obyek yang akan dikunjungi terlalu jauh letaknya, menyulitkan transportasi dan pembiayaan.
4) Jika pelaksanaan karyawisata terlalu kaku sifatnya, dapat menurunkan minat siswa terhadap karyawisata, sehingga tujuannya tidak tercapai.
Media Pembelajaran IPS di SD
1. Media sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar dari yang bersifat sederhana sampai yang canggih, karena media merupakan alat Bantu mengajar.
2. Media berfungsi sebagai alat yang membantu mencapai tujuan yang sudah direncanakan.
3. Media pembelajaran adalah segala alat bantu yang dapat memperlancar keberhasilan mengajar. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran harus dirancang, disiapkan, dipilih, dan disusun secara cermat sesuai dengan tujuan instruksional yang hendak dicapai.
4. Fungsi media dalam kegiatan belajar mengajar tidak lagi dipandang sebagai alat bantu yang digunakan apabila perlu atau sekedar selingan, tetapi sudah dipandang sebagai komponen dari sistem instruksional.
Dengan kata lain bahwa media berfungsi membawa pesan/informasi atau pesan pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa.
5. Dalam pembelajaran IPS digunakan media yang banyak sekali macamnya. Selain itu terdapat pula cara mengklasifikasikan media pembelajaran atas dasar kategori-kategori tertentu.
6. Karena banyaknya media pengajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS, maka seorang guru harus menguasai teknik memilih media. Dalam memilih media hendaknya memperhatikan faktor-faktor:
kemampuan siswa, tujuan penggunaan, isi media, keanekaragaman media, waktu, tenaga, dan biaya.
1. Media sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar dari yang bersifat sederhana sampai yang canggih, karena media merupakan alat Bantu mengajar.
2. Media berfungsi sebagai alat yang membantu mencapai tujuan yang sudah direncanakan.
3. Media pembelajaran adalah segala alat bantu yang dapat memperlancar keberhasilan mengajar. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran harus dirancang, disiapkan, dipilih, dan disusun secara cermat sesuai dengan tujuan instruksional yang hendak dicapai.
4. Fungsi media dalam kegiatan belajar mengajar tidak lagi dipandang sebagai alat bantu yang digunakan apabila perlu atau sekedar selingan, tetapi sudah dipandang sebagai komponen dari sistem instruksional.
Dengan kata lain bahwa media berfungsi membawa pesan/informasi atau pesan pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa.
5. Dalam pembelajaran IPS digunakan media yang banyak sekali macamnya. Selain itu terdapat pula cara mengklasifikasikan media pembelajaran atas dasar kategori-kategori tertentu.
6. Karena banyaknya media pengajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS, maka seorang guru harus menguasai teknik memilih media. Dalam memilih media hendaknya memperhatikan faktor-faktor:
kemampuan siswa, tujuan penggunaan, isi media, keanekaragaman media, waktu, tenaga, dan biaya.
Selasa, 13 Maret 2012
Ruang Lingkup IPS Sebagai Program Pendidikan
Kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks sosial yang menjadi ruang lingkup IPS, merupakan cakupan yang sangat luas. Oleh karena itu, pada proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap-berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup objek formal IPS. Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS yang optimum, empat hal yang meliputi dasar mental-psikologis yang melekat pada diri peserta didik, pengetahuan sosial yang secara spontan telah dimiliki oleh mereka, ruang lingkup IPS yang sangat luas, dan nilai-nilai yang melekat pada pendidikan IPS wajib menjadi pegangan pada proses pelaksanaannya. Proses pembelajaran IPS yang komprehensif, dilandasi oleh empat hal seperti dikemukakan tadi.
Pembinaan dan pengembangan minat peserta didik, penguasaan materi IPS yang memadai oleh guru, dan “penciptaan” suasana interaksi edukatif yang serasi pada proses pembelajaran IPS, merupakan salah satu modal yang strategis mencapai tujuan instruksionalnya. Dalam proses pembelajaran IPS, ragam pendekatan dan metode yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi lingkup masyarakat serta aspek kehidupan sosial yang menjadi pokok bahasan. Keragaman pendekatan dan metode yang diterapkan pada proses pembelajaran IPS, dapat mempertahankan suasana yang tetap hangat dan menarik, sehingga para peserta didik tidak dihinggapi kejenuhan dan kebosanan. Pendidikan IPS yang dilandasi oleh nilai-nilai, khususnya nilai filsafat, dan Ketuhanan, pada proses pembelajarannya dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pengamalan Pancasila.
Kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks sosial yang menjadi ruang lingkup IPS, merupakan cakupan yang sangat luas. Oleh karena itu, pada proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap-berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup objek formal IPS. Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS yang optimum, empat hal yang meliputi dasar mental-psikologis yang melekat pada diri peserta didik, pengetahuan sosial yang secara spontan telah dimiliki oleh mereka, ruang lingkup IPS yang sangat luas, dan nilai-nilai yang melekat pada pendidikan IPS wajib menjadi pegangan pada proses pelaksanaannya. Proses pembelajaran IPS yang komprehensif, dilandasi oleh empat hal seperti dikemukakan tadi.
Pembinaan dan pengembangan minat peserta didik, penguasaan materi IPS yang memadai oleh guru, dan “penciptaan” suasana interaksi edukatif yang serasi pada proses pembelajaran IPS, merupakan salah satu modal yang strategis mencapai tujuan instruksionalnya. Dalam proses pembelajaran IPS, ragam pendekatan dan metode yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi lingkup masyarakat serta aspek kehidupan sosial yang menjadi pokok bahasan. Keragaman pendekatan dan metode yang diterapkan pada proses pembelajaran IPS, dapat mempertahankan suasana yang tetap hangat dan menarik, sehingga para peserta didik tidak dihinggapi kejenuhan dan kebosanan. Pendidikan IPS yang dilandasi oleh nilai-nilai, khususnya nilai filsafat, dan Ketuhanan, pada proses pembelajarannya dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pengamalan Pancasila.
Langganan:
Postingan (Atom)




