Kamis, 12 Januari 2012
1. Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial sebenarnya sudah melekat pada diri masingmasing
individu dengan kadar yang berbeda sejak lahir. Namun secara formal
baru dikenal setelah kita memasuki jenjang pendidikan formal.
2. Kehidupan manusia itu banyak aspeknya meliputi aspek-aspek hubungan sosial,
ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi, dan politik. Aspek-aspek tersebut
dipelajari dalam Ilmu-ilmu Sosial. Apabila aspek-aspek kehidupan tersebut
dipelajari secara mendalam dan akademis maka akan melahirkan Ilmu-ilmu
Sosial, seperti Ilmu Sosiologi, Ilmu Psikologi. Ilmu Ekonomi, Ilmu Antropologi,
Ilmu Sejarah, Ilmu Geografi, dan Ilmu Politik.
3. Tujuan pendidikan IPS adalah membina anak didik menjadi warga negara yang
baik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang baik yang
berguna bagi dirinya, masyarakat, dan negara.
4. IPS merupakan integrasi dari Ilmu-ilmu Sosial. Kajian IPS adalah manusia dan
lingkungan (fisik, sosial, budaya). Materinya digali dari segala aspek kehidupan
praktis sehari-hari di masyarakat.
5. Siswa SD masih dalam tahap operaional konkrit dengan ciri: perhatian mudah
beralih dan terfokus pada lingkungan terdekat, mempunyai dorongan untuk
menyelediki (inkuiri) terhadap sesuatu yang diinginkan, suka pada benda yang
bergerak, dan kaya akan imaginasi.
individu dengan kadar yang berbeda sejak lahir. Namun secara formal
baru dikenal setelah kita memasuki jenjang pendidikan formal.
2. Kehidupan manusia itu banyak aspeknya meliputi aspek-aspek hubungan sosial,
ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi, dan politik. Aspek-aspek tersebut
dipelajari dalam Ilmu-ilmu Sosial. Apabila aspek-aspek kehidupan tersebut
dipelajari secara mendalam dan akademis maka akan melahirkan Ilmu-ilmu
Sosial, seperti Ilmu Sosiologi, Ilmu Psikologi. Ilmu Ekonomi, Ilmu Antropologi,
Ilmu Sejarah, Ilmu Geografi, dan Ilmu Politik.
3. Tujuan pendidikan IPS adalah membina anak didik menjadi warga negara yang
baik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang baik yang
berguna bagi dirinya, masyarakat, dan negara.
4. IPS merupakan integrasi dari Ilmu-ilmu Sosial. Kajian IPS adalah manusia dan
lingkungan (fisik, sosial, budaya). Materinya digali dari segala aspek kehidupan
praktis sehari-hari di masyarakat.
5. Siswa SD masih dalam tahap operaional konkrit dengan ciri: perhatian mudah
beralih dan terfokus pada lingkungan terdekat, mempunyai dorongan untuk
menyelediki (inkuiri) terhadap sesuatu yang diinginkan, suka pada benda yang
bergerak, dan kaya akan imaginasi.
IPS merupakan bidang studi baru, karena dikenal sejak diberlakukan kurikulum
1975. Dikatakan baru karena cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS
merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi,
sosiologi, antropologi. Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata
pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.
Bidang studi IPS berasal dari negara Amerika Serikat dengan nama aslinya Social
Stuies. Latar belakang dimasukkannya IPS ke dalam kurikulum sekolah karena
munculnya masalah-masalah nasional sebagai akibat peristiwa G30S/PKI, salah satu
masalah tersebut adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.. Untuk itu
pemerintah melakukan pembaharuan kurikulum, pendidikan dasar menjadi 8 tahun,
penggabungan bidang studi yang serumpun. Tahun 1984 pemerintah memberlakukan
kurikulum baru, di SD diajarkan IPS terpadu, SMP diajarkan IPS terkait, dan SMA
diajarkan IPS terpisah. Sejak itulah pemerintah selalu melakukan perubahan
kurikulum tidak lain adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Pendidikan IPS penting diberikan kepada siswa pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan
lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak,
media elektronika, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengahtengah
msyarakat.
Dengan pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap
untuk bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalahmsalah
sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.
1975. Dikatakan baru karena cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS
merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi,
sosiologi, antropologi. Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata
pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.
Bidang studi IPS berasal dari negara Amerika Serikat dengan nama aslinya Social
Stuies. Latar belakang dimasukkannya IPS ke dalam kurikulum sekolah karena
munculnya masalah-masalah nasional sebagai akibat peristiwa G30S/PKI, salah satu
masalah tersebut adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.. Untuk itu
pemerintah melakukan pembaharuan kurikulum, pendidikan dasar menjadi 8 tahun,
penggabungan bidang studi yang serumpun. Tahun 1984 pemerintah memberlakukan
kurikulum baru, di SD diajarkan IPS terpadu, SMP diajarkan IPS terkait, dan SMA
diajarkan IPS terpisah. Sejak itulah pemerintah selalu melakukan perubahan
kurikulum tidak lain adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Pendidikan IPS penting diberikan kepada siswa pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan
lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak,
media elektronika, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengahtengah
msyarakat.
Dengan pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap
untuk bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalahmsalah
sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.
Produksi dalam arti luas adalah setiap tindakan yang ditujukan untuk
menciptakan dan menambah manfaat atau nilai guna barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Tindakan tersebut meliputi menciptakan
barang baru, mengubah bentuk barang, memindahkan barang dari satu
tempat ke tempat lain, mengatur waktu penggunaan barang , dan
menciptakan suatu jasa.
Tujuan produksi bagi perseorangan atau perusahaan adalah mencari laba
atau keuntungan, sedangkan tujuan secara nasional adalah meningkatkan
kemakmuran.
Proses produksi dapat berhasil jika dipenuhi adanya faktor-faktor produksi
yang diperlukan. Adapun faktor-faktor produksi yang dimaksud adalah
sumber daya alam (natural resources), sumber daya manusia (human
resources), sumber daya kapital (capital resources), dan keterampilan
pengusaha (skill).
Kegiatan produksi dapat dikelompokkan ke dalam lima bidang yaitu bidang
ekstratif, bidang agraris, bidang industri, bidang perdagangan, dan bidang
jasa. Untuk memperluas kegiatan produksi tersebut dapat dilakukan dengan
tiga cara yaitu ekstensifikasi, intensifikasi, dan diversifikasi.
Distribusi adalah suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orang atau
lembaga untuk menyalurkan atau memindahkan barang dan jasa dari
produsen ke konsumen. Distribusi ini diperlukan, karena letak produsen
tidak selalu berada dalam wilayah yang sama serta keberadaan konsumen
tersebar di berbagai daerah.
Fungsi distribusi adalah untuk menyalurkan barang-barang dari produsen ke
konsumen dan untuk memperlancar pemasaran.
Berdasarkan intensitasnya saluran distribusi dapat dibagi tiga yaitu saluran
intensif, selektif, dan eksklusif. Lembaga-lembaga distribusi yang paling
umum digunakan adalah grosir, agen, dan pedagang eceran.
Ketepatan waktu dalam melakukan distribusi sangat penting, karena
pendistribusian barang yang tidak tepat waktu akan merugikan baik
produsen maupun konsumen.
Alat distribusi yang diperlukan antara lain alat pengangkutan, alat
penyimpanan, dan alat promosi.
Konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi
manfaat atau nilai guna suatu barang dan jasa.
Secara garis besar barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu
barang konsumsi yang gunanya habis dalam satu kali pemakaian dan barang
konsumsi yang gunanya akan habis secara berangsur-angsur.
Suatu barang dikatakan mempunyai nilai karena barang tersebut berguna
untuk dipakai dan dapat ditukarkan dengan barang lain dalam memenuhi
kebutuhan. Nilai barang dibedakan menjadi dua yaitu nilai pakai dan nilai
tukar.
Nilai pakai dibagi menjadi dua yaitu nilai pakai obyektif dan nilai pakai
subyektif. Demikian juga nilai tukar dibedakan menjadi dua yaitu nilai tukar
obyektif dan nilai tukar subyektif
menciptakan dan menambah manfaat atau nilai guna barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Tindakan tersebut meliputi menciptakan
barang baru, mengubah bentuk barang, memindahkan barang dari satu
tempat ke tempat lain, mengatur waktu penggunaan barang , dan
menciptakan suatu jasa.
Tujuan produksi bagi perseorangan atau perusahaan adalah mencari laba
atau keuntungan, sedangkan tujuan secara nasional adalah meningkatkan
kemakmuran.
Proses produksi dapat berhasil jika dipenuhi adanya faktor-faktor produksi
yang diperlukan. Adapun faktor-faktor produksi yang dimaksud adalah
sumber daya alam (natural resources), sumber daya manusia (human
resources), sumber daya kapital (capital resources), dan keterampilan
pengusaha (skill).
Kegiatan produksi dapat dikelompokkan ke dalam lima bidang yaitu bidang
ekstratif, bidang agraris, bidang industri, bidang perdagangan, dan bidang
jasa. Untuk memperluas kegiatan produksi tersebut dapat dilakukan dengan
tiga cara yaitu ekstensifikasi, intensifikasi, dan diversifikasi.
Distribusi adalah suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orang atau
lembaga untuk menyalurkan atau memindahkan barang dan jasa dari
produsen ke konsumen. Distribusi ini diperlukan, karena letak produsen
tidak selalu berada dalam wilayah yang sama serta keberadaan konsumen
tersebar di berbagai daerah.
Fungsi distribusi adalah untuk menyalurkan barang-barang dari produsen ke
konsumen dan untuk memperlancar pemasaran.
Berdasarkan intensitasnya saluran distribusi dapat dibagi tiga yaitu saluran
intensif, selektif, dan eksklusif. Lembaga-lembaga distribusi yang paling
umum digunakan adalah grosir, agen, dan pedagang eceran.
Ketepatan waktu dalam melakukan distribusi sangat penting, karena
pendistribusian barang yang tidak tepat waktu akan merugikan baik
produsen maupun konsumen.
Alat distribusi yang diperlukan antara lain alat pengangkutan, alat
penyimpanan, dan alat promosi.
Konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi
manfaat atau nilai guna suatu barang dan jasa.
Secara garis besar barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu
barang konsumsi yang gunanya habis dalam satu kali pemakaian dan barang
konsumsi yang gunanya akan habis secara berangsur-angsur.
Suatu barang dikatakan mempunyai nilai karena barang tersebut berguna
untuk dipakai dan dapat ditukarkan dengan barang lain dalam memenuhi
kebutuhan. Nilai barang dibedakan menjadi dua yaitu nilai pakai dan nilai
tukar.
Nilai pakai dibagi menjadi dua yaitu nilai pakai obyektif dan nilai pakai
subyektif. Demikian juga nilai tukar dibedakan menjadi dua yaitu nilai tukar
obyektif dan nilai tukar subyektif
Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau tentang apa saja yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh orang. Seorang sejarawan dapat menulis apa saja asal memenuhi syarat untuk disebut sejarah. Dimensi waktu dalam sejarah sangat penting, karena peristiwa yang menyangkut manusia itu terjadi dan berlangsung dalam dimensi ruang dan waktu. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti kelangsungan (continuity). Atas kesadaran manusia, maka waktu dibagi menjadi tiga dimensi yaitu waktu yang lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang dalam satu kontinuitas. Sejarah bertugas untuk membuka peristiwa masa lampau manusia, memaparkan kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan dan mengikuti perkembangan dari masa lampau hingga masa sekarang dan dijadikan pedoman di masa yang akan datang.
Manusia sebagai makhluk sosial dalam menjalani hidup dan penghidupannya selalu mengalami apa yang disebut perubahan. Perubahan itu berlangsung terus menerus berlanjut dan berkesinambungan dari masa lampau hingga sekarang dan akan terus terjadi pada masa yang akan datang. Ada dua macam perubahan yaitu perubahan sosial dan perubahan kebudayaan, namun demikian keduanya tidak dapat dipisahkan secara tegas karena saling terkait.
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu:
1. perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat,
2. perubahan yang menimbulkan pengaruh kecil dan perubahan yang menimbulkan pengaruh besar, dan
3. perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya ada yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri (internal) dan ada yang berasal dari luar masyarakat (eksternal). Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis, tetapi diperoleh melalui proses belajar yang didukung oleh cipta, rasa, dan karsa. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat sukar manusia membentuk kebudayaan. Dengan adanya kebudayaan maka manusia dapat mempertahankan hidupnya. Kebudayaan meliputi kebudayaan yang bersifat material maupun kebudayaan yang bersifat non material.
Kebudayaan mempunyai unsur-unsur yang bersifat universal, maksudnya unsur tersebut dimiliki oleh semua budaya manusia dari masyarakat sederhana sampai masyarakat modern.
Menurut C. Kluckhohn unsur-unsur kebudayaan itu meliputi bahasa, sistem peralatan dan hidupdan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi, dan kesenian. Ketujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal itu menurut Koentjaraningrat mempunyai tiga wujud yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
Manusia sebagai makhluk sosial dalam menjalani hidup dan penghidupannya selalu mengalami apa yang disebut perubahan. Perubahan itu berlangsung terus menerus berlanjut dan berkesinambungan dari masa lampau hingga sekarang dan akan terus terjadi pada masa yang akan datang. Ada dua macam perubahan yaitu perubahan sosial dan perubahan kebudayaan, namun demikian keduanya tidak dapat dipisahkan secara tegas karena saling terkait.
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu:
1. perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat,
2. perubahan yang menimbulkan pengaruh kecil dan perubahan yang menimbulkan pengaruh besar, dan
3. perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya ada yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri (internal) dan ada yang berasal dari luar masyarakat (eksternal). Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis, tetapi diperoleh melalui proses belajar yang didukung oleh cipta, rasa, dan karsa. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat sukar manusia membentuk kebudayaan. Dengan adanya kebudayaan maka manusia dapat mempertahankan hidupnya. Kebudayaan meliputi kebudayaan yang bersifat material maupun kebudayaan yang bersifat non material.
Kebudayaan mempunyai unsur-unsur yang bersifat universal, maksudnya unsur tersebut dimiliki oleh semua budaya manusia dari masyarakat sederhana sampai masyarakat modern.
Menurut C. Kluckhohn unsur-unsur kebudayaan itu meliputi bahasa, sistem peralatan dan hidupdan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi, dan kesenian. Ketujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal itu menurut Koentjaraningrat mempunyai tiga wujud yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
Langganan:
Postingan (Atom)
