Kamis, 17 November 2011

IPS merupakan bidang studi baru, karena dikenal sejak diberlakukan kurikulum 1975. Dikatakan baru karena cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi. Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.
Bidang studi IPS berasal dari negara Amerika Serikat dengan nama aslinya Social Stuies. Latar belakang dimasukkannya IPS ke dalam kurikulum sekolah karena munculnya masalah-masalah nasional sebagai akibat peristiwa G30S/PKI, salah satu masalah tersebut adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.. Untuk itu pemerintah melakukan pembaharuan kurikulum, pendidikan dasar menjadi 8 tahun, penggabungan bidang studi yang serumpun. Tahun 1984 pemerintah memberlakukan kurikulum baru, di SD diajarkan IPS terpadu, SMP diajarkan IPS terkait, dan SMA diajarkan IPS terpisah. Sejak itulah pemerintah selalu melakukan perubahan kurikulum tidak lain adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pendidikan IPS penting diberikan kepada siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak, media elektronika, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengahtengah masyarakat.
Dengan pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap untuk bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalahmsalah sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.
Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial sebenarnya sudah melekat pada diri masingmasing individu dengan kadar yang berbeda sejak lahir. Namun secara formal baru dikenal setelah kita memasuki jenjang pendidikan formal.
Kehidupan manusia itu banyak aspeknya meliputi aspek-aspek hubungan sosial, ekonomi, psikologi, budaya, sejarah, geografi, dan politik. Aspek-aspek tersebut dipelajari dalam Ilmu-ilmu Sosial. Apabila aspek-aspek kehidupan tersebut dipelajari secara mendalam dan akademis maka akan melahirkan Ilmu-ilmu
Sosial, seperti Ilmu Sosiologi, Ilmu Psikologi. Ilmu Ekonomi, Ilmu Antropologi, Ilmu Sejarah, Ilmu Geografi, dan Ilmu Politik. Tujuan pendidikan IPS adalah membina anak didik menjadi warga negara yang baik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang baik yang berguna bagi dirinya, masyarakat, dan negara.
IPS merupakan integrasi dari Ilmu-ilmu Sosial. Kajian IPS adalah manusia dan lingkungan (fisik, sosial, budaya). Materinya digali dari segala aspek kehidupan praktis sehari-hari di masyarakat. 5. Siswa SD masih dalam tahap operaional konkrit dengan ciri: perhatian mudah beralih dan terfokus pada lingkungan terdekat, mempunyai dorongan untuk menyelediki (inkuiri) terhadap sesuatu yang diinginkan, suka pada benda yang bergerak, dan kaya akan imaginasi.

0 komentar:

Posting Komentar