Senin, 18 Oktober 2010

Di dalam proses pembelajaran di sekolah, sudah bukan rahasia umum lagi jika seorang guru sering menghadapi persoalan dengan sejumlah siswa, di mana setiap siswa tersebut mempunyai ciri khas masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam segi kemampuan intelektual, emosional, latar belakang keluarga maupun kebiasaan.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah interaksi antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, serta dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Agar proses belajar mengajar tersebut berlangsung secara efektif selain diperlukan alat peraga sebagai pelengkap yang digunakan guru dalam berinteraksi dengan peserta didik diperlukan pula aturan dan tata tertib yang baku agar dalam pelaksanaannya teratur dan tidak menyimpang. Siswa harus menjadi subjek belajar, bukan hanya menjadi pendengar setia atau pencatat yang rajin, tetapi siswa harus aktif dan kreatif dalam berbagai pemecahan masalah. Dengan demikian guru harus dapat memilih dan menentukan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan kemampuannya, kekhasan bahan pelajaran, keadaan sarana dan keadaan siswa.
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik tentunya harus ditunjang dengan berbagai komponen sebagai penunjang proses pembelajaran tersebut, salah satunya adalah media pembelajaran. Berikut ini penulis ingin memaparkan tentang pentingnya penggunaan media pembelajaran sebagai penunjang proses belajar mengajar.
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh guru sebagai alat bantu dalam melaksanakan proses belajar mengajar, sehingga peserta didik dapat dengan mudah menangkap, memahami, dan memiliki pesan-pesan dan makna yang disampaikan dalam pembelajaran tersebut. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk plural dari kata “medium” yang artinya “perantara” atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dengan demikian media pembelajaran adalah media untuk membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara lebih mudah sehingga peserta didik dapat menguasai pesan-pesan tersebut secara cepat dan akurat.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan-bahan instruksional dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pengajaran.
Adapun tujuan dari penggunaan media pembelajaran itu sendiri adalah untuk membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara lebih mudah kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat menguasai pesan-pesan tersebut secara cepat dan akurat.

2. Pengunaan Media Pembelajaran
Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasioan bab 1 Pasal 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan agar peserta didik tersebut berperan dalam kehidupan masa depannya. Pendidikan merupakan ungkapan kasih sayang kepada anak-anak yang akan mengambil alih generasi sebelumnya. Anak-anak perlu diberi bekal di dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Pemberian bekal bagi anak-anak itulah yang dinamakan pendidikan.
Faktor kemampuan anak besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping kemampuan, faktor lain yang juga mempunyai kontribusi terhadap hasil belajar seseorang ialah motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, faktor fisik dan faktor psikis. Adanya pengaruh dari dalam diri anak merupakan hal yang logis jika dilihat bahwa perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang disadarinya. Jadi, sejauh mana usaha anak untuk mengkondisikan dirinya bagi perbuatan belajar, sejauh itu pula hasil belajar akan ia capai.
Menggunakan media pembelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan menciptakan kondisi belajar yang merangsang peserta didik agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Seorang guru harus dapat memilih dan menetapkan media yang paling tepat dan sesuai untuk penyampaian bahan tertentu, kondisi belajar peserta didik dan metode yang telah dipilih.
Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima atau siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif.
Secara garis besar media dapat dibedakan menjadi beberapa bagian di antaranya :
a. Media Berbasis Manusia
Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa.
Salah satu faktor penting dalam pembelajaran dengan media berbasis manusia adalah rancangan pelajaran yang interaktif. Untuk dapat menentukan langkah-langkah interaktif tersebut harus diperhatikan beberapa faktor, antara lain :
- mengidentifikasi pokok bahasan pelajaran
- mengembangkan sajian pembelajaran yang mencakup semua informasi yang diharapkan siswa harus dikuasai
- membaca/mengamati keseluruhan penyajian dan menentukan di mana dialog-dialog interaktif digabung dan disisipkan.
- menetapkan jenis informasi yang diinginkan dari siswa
- menentukan pesan-pesan apa yang ingin disampaikan dengan kegiatan interaktif
- menentukan butir-butir diskusi penting dengan melibatkan siswa dalam pelaksanaannya.

b. Media Berbasis cetak
Media pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenala adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas.
Beberapa cara yang digunakan untuk menarik perhatian pada media berbasis cetak adalah adanya modifikasi pada alat itu sendiri antara lain dengan cara memperhatikan warna, huruf dan kotak.
Warna digunakan sebagai alat penuntun dan penarik perhatian kepada infomasi yang penting. Sedangkan untuk menarik perhatian dalam bentuk huruf dapat dilakukan dengan cara dicetak tebal atau dicetak miring. Sementara itu penggunaan kotak merupakan penekanan kepada informasi penting yang harus diperhatikan.

c. Media Berbasisi Visual
Media berbasisi visual (image atau perumpamaan) memgang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Menggunakan media visual akan memperlancar pemahaman. Selain itu media visual juga dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi dengan dunia nyata. Alat-alat yang termasuk media berbasis visual antara lain :
- Gambar/foto
- Sketsa
- Diagram
- Bagan
- Grafik
- Kartun
- Poster
- Globe, dll.

d. Media Berbasisi Audio Visual
Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjan penting yang diperlukan dalam audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.
Jenis-jenia peralatan yang termasuk media berbasis audio-visual antara lain :
- Film gerak
- Program Televisi
- Video

e. Media Berbasis Komputer
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut :
- merencanakan, mengatur, dan mengorganisasikan, serta menjadalkan pengajaran;
- mengevaluasi siswa (tes);
- mengumpulkan data mengenai siswa;
- melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran;
- membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan)




DAFTAR PUSTAKA




Azhar Arsyad, Prof. Dr., M.A. (1996) ”Media Pembelajaran” PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Cicih Sunarsih, Dra., MM. (2006), “Dasar-dasar PBM di Sekolah Dasar” Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis (PPGT), Bandung.


Rudi Budiman, Drs.(2008). “Media Pembelajaran” P4TK & PLB, Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar