Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang sengaja diciptakan. Gurulah yang menciptakan, guna membelajarkan anak didik. Guru yang mengajar dan anak didik yang mengajar. Perpaduan dari kedua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan mediumnya. Disini semua komponen pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.
Belajar, Perkembangan dan Pendidikan merupakan tiga hal yang terkait dengan pembelajaran. Belajar dilakukan oleh siswa secara individu, perkembangan dialami dan dihayati pula oleh individu siswa sedangkan pendidikan merupakan kegiatan interaksi tersebut, pendidik bertindak mendidik si peserta didik. Tindakan mendidik tersebut tertuju pada perkembangan siswa atau peserta didik menjadi mandiri.
Belajar perkembangan dan pendidikan merupakan suatu peristiwa dan tindakan sehari – hari. Dari sisi siswa sebagai pelaku belajar dan dari sisi guru sebagai pembelajar, dapat ditemukan perbedaan dan persamaan. Hubungan guru dan siswa adalah fungsional, dalam arti pelaku pendidik dan terdidik. Dari segi tujuan yang akan dicapai, baik guru maupun siswa, sama-sama mempunyai tujuan tersendiri, meskipun demikian tujuan guru dan siswa tersebut dapat dipersatukan dalam tujuan instruksional. Secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan suatu tindakan yang memungkinkan terjadi belajar dan perkembangan. Pendidikan merupakan proses interaksi, yang mendorong terjadinya belajar. Dengan adanya belajar terjadilah perkembangan jasmani dan mental siswa.
1. Ciri-ciri Belajar-Mengajar
Dari suatu proses pengaturan, kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari ciri-ciri tertentu, yang menurut Edi Suwardi sebagai berikut :
a. Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu.
b.
c. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan penggarapan materi yang khusus. Dalam hal ini materi harus didesain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan itu.
d. Ditandai dengan aktivitas anak didik. Sebagai konsekwensi, bahwa anak didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
e. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing dan pendidik.
f. Dalam kegiatan belajar harus disiplin.
g.
h. Mengadakan evaluasi.
Belajar menurut pandangan Skinner. Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Artinya pada saat orang belajar, maka responnya akan menjadi lebih baik tapi tidak bila sebaliknya. Dalam belajar ditemukan hal-hal sebagai berikut :
a. Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon pebelajar.
b. Respon si pebelajar, dan
c. Konsekuensi yang bersifat tersebut. Pemerkuat terjadi pada stimulus yang menguatkan konsekuensi tersebut.
Dalam menerapkan Teori Skinner, pendidik perlu memperhatikan dua hal sebagai berikut :
a. Pemilihan stimulus yang diskriminatif.
b. Penggunaan penguatan.
Belajar menurut Gagne. Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar merupakan kapabilitas, artinya setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut dari :
a. Stimulus yang berasal dari lingkungan.
b. Proses kognitif, yang dilakukan oleh pebelajar.
Dengan demikian, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang merubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru.
Belajar menurut pandangan Piaget, berpendapat bahwa pengehtahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan, dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi intelek semakin berkembang. Perkembangan intelek melalui tahap-tahap berikut :
a. Sensori motor (0,0 – 2,0 tahun)
b. Pra-operasional (2,0 – 7,0 tahun)
c. Operasional Kongkrit (7,0 – 11,0 tahun)
d. Operasi formal (11,0 – ke atas)
Menurut Piaget, pembelajarn terdiri dari empat langkah berikut :
a. Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh peserta didik.
b. Memilih atau mengembangkan aktifitas kelas dengan topik tertentu.
c. Mengetahui adany kesempatan bagi guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah.
d. Menilai pelaksanaan setiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan dan melakukan revisi.
2. Komponen Belajar Mengajar
Sebagai suatu sistem tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi sebagai berikut :
a. Tujuan, adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan.
b. Bahan pelajaran adalah suatu substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar.
c. Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.
d. Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
e. Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
f. Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.
3. Hakekat Belajar Mengajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, anak adalah sebagai subjek dari kegiatan pengajaran. Oleh karena itu inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya.
Keaktifan akan didik di sini tidak hanya dituntut dari segi fisik, tetapi juga dari segi kejiwaan. Bila hanya fisik anak yang aktif, tetapi fikiran dan mentalnya kurang aktif, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Ini sama halnya dengan anak didik tidak belajar, karena anak didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya, padahal pada hakekatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang yang telah berakhirnya melakukan aktivitas belajar.
Sama halnya dengan belajar, mengajar pun pada hakekatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengjar adalah proses memberikan bimbingan, bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar.
DAFAR BACAAN
Dr. Dimyati & Drs. Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, diterbitkan oleh Proyek Pembinaan dan Pembimbingan Mutu Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Tinggi Pendidikan Tinggi Depdikbud 1994.

0 komentar:
Posting Komentar